Ini Markas
Penentuan Kabinet dan Penyusunan Kebijakan Jokowi-JK
Liputan6.com,
Jakarta - Deputi Menteri Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
(Kemenkop dan UKM) bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha, Braman Setyo
berharap Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi tetap menjadikan koperasi
sebagai tonggak ekonomi bagi para pelaku usaha kecil. Dengan demikian, peran
koperasi sebagai salah satu strategi jitu dapat mengurangi 28,6 juta jiwa
penduduk miskin di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2012.
Menurut
Braman, koperasi dapat mewujudkan tujuan ini antara lain dengan bersinergi
dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagaimana amanah Undang-Undang Nomor 6
Tahun 2014 tentang Desa.
"BUMDes
diproyeksikan muncul sebagai kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan. UU
Desa memberikan payung hukum atas BUMDes sebagai pelaku ekonomi yang mengelola
potensi desa secara kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa,"
ujar Braman melalui pesan singkat yang diterima Liputan6.com, Kamis, (14/8/2014).
Braman
memaparkan, sinergi antara BUMDes dan Koperasi Unit Desa (KUD) akan menjawab
kekhawatiran terkikisnya peran koperasi sebagai salah satu instrumen untuk
menyejahterakan masyarakat desa. Menurut dia, esensi koperasi adalah sebuah
gerakan sosial yang tidak hanya memiliki pemenuhan kesejahteraan rakyat semata,
tapi juga bermanfaat untuk memperkuat basis-basis demokrasi partisipatoris
rakyat.
"Ke
depan dengan UU Desa, di mana salah satu pasalnya akan memberikan perkuatan
anggaran 1 desa Rp 1,4 miliar, tentunya bukan hanya untuk pembangunan fisik
semata. Saya berharap ada alokasi minimal 10-15 persen anggaran desa sebagai
modal pengembangan koperasi untuk menguatkan ekonomi-ekonomi pedesaan,"
tutur dia.
Selanjutnya
menurut Braman, koperasi yang merupakan lembaga ekonomi (entitas bisnis)
berwatak sosial dianggap lebih mengutamakan kesejahteraan dan kepentingan
bersama. Di samping itu, gotong royong merupakan ruh ekonomi kerakyatan yang
memerlukan dukungan pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang dapat
menumbuhkan koperasi dalam mewarnai pertumbuhan ekonomi Indonesia bersama
pelaku usaha lain.
"Kondisi
koperasi Indonesia saat ini berjumlah sekitar 200 ribu unit (per Juni 2014),
dengan jumlah anggota 35 juta dan volume usaha sekitar Rp 125 triliun.
Penyerapan tenaga kerja mencapai hampir 500 ribu orang. Jadi, koperasi telah
berkontribusi terhadap pengurangan pengangguran selama 10 tahun ini, khususnya
pada tingkat akar rumput," ucap Braman.
Sementara
itu, pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Berly Martawardaya
meyakini Jokowi tetap akan menjadikan koperasi sebagai soko guru (pilar utama)
perekonomian nasional bila dilihat dari gaya kerjanya yang cenderung lebih
melibatkan rakyat.
"Koperasi
sangat relevan di era pasar bebas sekarang. Jokowi harus memperkuat gerakan
koperasi, gerakan ini yang bisa menjadi instrumen untuk menjembatani penguatan
perekonomian rakyat dengan penguatan proses demokrasi. Ia adalah perangkat
ekonomi agar masyarakat tidak lagi dipekerjakan oleh kapital," ucap Berly.
Dengan
mengandalkan koperasi menurut Berly, para pelaku ekonomi kecil dapat meminjam
modal untuk membentuk koperasi ke bank, mereka bisa gotong royong memproduksi
hasil usahanya, seperti koperasi petani
kopi, mereka bisa membeli mesin pengolah kopinya, sehingga bisa memproduksi
kopi lokal tanpa jeratan tengkulak.
"Untuk
itu pemerintah harus mendukung penguatan koperasi, khususnya kredit usaha lunak
dari perbankan BUMN. Nah, tugas Menteri Koperasi dan UKM ke depan adalah
menjamin regulasi yang menjadi payung hukum untuk mengembangkan koperasi di
Indonesia," demikian Berly.
Referensi :
Tanggapan saya:
Koperasi sangat membantu perekonomian rakyat kecil, oleh karena
itu rakyat kecil sangat memerlukan bantuan pemerintah untuk membangun dan memberi
bantuan untuk setiap koperasi yang ada di Indonesia. Tanpa adanya turun tangan
pemerintah atas koperasi yang ada di Indonesia koperasi akan lumpuh dan
kehabisan modal bahkan bisa menyebabkan kebangkutan.
Tanpa adanya koperasi rakyat kecil tidak dapat bantuan untuk
memulai usahanya, karena dengan adanya koperasi rakyat bisa meminjam modal
untuk membangun usaha sendiri. Oleh sebab itu bantuan pemerintah sangat di
perlukan untuk menambah pemodalan koperasi-koperasi khususnya koperasi yang ada
di pedesaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar